Oleh: Burhan | Juli 2, 2011

Pertamina Izinkan Pemda Jatim Cicil 10% Saham Sumur Minyak Madura

Jakarta – PT Pertamina (Persero) bersedia menjual 10% sahamnya di blok minyak West Madura Offshore (WMO) kepada Pemerintah Daerah Jawa Timur. Bahkan Pemda boleh menyicil jika tak punya uang. Tapi ada syaratnya.

VP Corporate Communication Pertamina M. Harun mengatakan, Pemda Jatim tak boleh sama sekali menggandeng pihak swasta dalam pembelian 10% saham WMO tersebut.

“Terkait WMO, Pertamina merespons pemerintah daerah. Jadi pemerintah dapat ikut berpartisipasi dalam mengelola blok WMO dengan maksimum 10%,” kata Harun di kantornya, Jumat (1/7/2011).

Harun sebelumnya sempat menjelaskan, menurut PP No. 35 Pasal 34 disebutkan hak participating interest yang ditawarkan ke Pemda seharusnya adalah wilayah kerja migas yang baru. Sedangkan blok WMO bukan wilayah kerja baru. Namun Pertamina mengaku akan tetap memberi jatah bagi daerah.

“Pemerintah daerah atau BUMD dapat bergabung. Namun itu harus benar-benar Pemda, tidak boleh ada swasta di belakangnya. Dan supaya jelas, mereka harus bentuk konsorsium, supaya tidak ada masing-masing daerah di Jawa Timur mengklaim hak atas WMO,” tuntutnya.

Pihak Pertamina menegaskan sekali lagi supaya tidak ada pihak swasta di belakang daerah. Jika Pemda tidak memiliki dana untuk membeli saham di WMO mereka dapat menyicilnya hingga kepemilikannya menjadi 10%.

“Pemda dapat membeli secara bertahap, bisa dicicil sampai maksimum dapat 10%,”jelas Harun.

Kata Harun, terkait keinginan daerah masuk berpartisipasi dalam WMO, akan dibicarakan lebih lanjut oleh Pertamina bersama pemegang saham lainnya di blok tersebut.

Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) telah diteken penandatanganan Kontrak Migas untuk Wilayah Kerja West Madura Offshore (WMO). Kontrak baru tersebut kini dioperatori oleh Pertamina untuk 20 tahun ke depan dari 2011 sampai 2030.

Untuk partisipasi saham di blok tersebut, Pertamina memegang 80% sedangkan kontraktor pendampingnya, Kodeco adalah sebesar 20%. Sebelumnya komposisi pada WMO adalah Pertamina sebesar 50%, Kodeco 12,5%, CNOOC 12,5%, Sinergindo 12%, dan Purelink 12,5%. Operator WMO sebelumnya adalah Kodeco.

Menjelang berakhirnya kontrak sebelumnya Pertamina meminta dan meyakinkan pemerintah untuk mendapatkan saham sebesar 100% di situ.

sumber


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: