Oleh: Burhan | Oktober 24, 2009

Menengok Prestasi LIPI dan BPPT

PUNA BPPT
PUNA BPPT

Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatroik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Telimek LIPI), kembangkan bioelektrik atau sumber energi listrik yang berasal dari limbah organik yang berasal dari Sampah Organik dan Kotoran Sapi yang diubah menjadi energi dalam suatu reaktor. Selain untuk listrik juga bisa jadi bahan bakar kompor elpiji,” kata Peneliti P2 Telimek LIPI, Yayat Sudradjat Sumarna di Bandung, Sabtu, 15 Agustus 2009.

Bioelektrik yang merupakan hasil proses pengolahan biogas itu, memiliki potensi listrik yan cukup besar dan menjadi alternatif bagi masyarakat yan saat ini belum bisa terlayani oleh listrik dari PLN. Sebagai proyek percontohan, bioelektrik kembangan LIPI itu dilakukan di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Dari pemasangan tahap pertama, mampu memproduksi energi listrik sebanyak 2.000 watt.

Produk bioleketrik itu setiap unitnya senilai Rp7,5 juta. Potensi pengembangannya cukup terbuka terutama di kawasan peternakan sapi, karena bahan baku biogasnya cukup tersedia. Penggunaan bioleletrik ini dalam skala kecil telah diujicobakan di beberapa daerah, khususnya yang belum terjangkau listrik dan punya potensi biogasnya yakni di Papua, Jambi dan Bali masing-masing menghasilkan listrik sekitar 700 watt.”Biogas jelas lebih murah dibanding bahan bakar lainnya, terlebih di dekat peternakan sapi,” kata Yayat.

Sementara itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 2010 segera mengoperasikan pesawat terbang mini nir awak atau “Puna” sebagai pendukung pertahanan keamanan nasional dan pengintai teroris.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman di Tangerang, Banten, Sabtu, 17 Oktober 2009 mengatakan, BPPT sudah melakukan penelitian dan berhasil mengembangkan Puna sebagai pesawat pengintai dari udara terhadap apa yang sedang terjadi di darat dan laut.  Puna nantinya akan digunakan oleh militer dan aparat kepolisian Indonesia dalam melakukan penyusupan terhadap aktivitas di daerah rawan konflik dan melakukan pengintaian terhadap teroris yang sedang bersembunyi di lokasi yang sulit dijangkau.

Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Industri Pertahanan Keamanan BPPT, Joko Purwono menyatakan, Puna dapat mencapai ketinggian di udara hingga 120 kilometer (km) dengan panjang badan empat meter dan panjang sayap tujuh meter. Puna merupakan pesawat otonomos dilengkapi kamera pengintai dan tidak dikontrol melalui remote.

“Pesawat Puna akan diproduksi tahun depan oleh PT Dirgantara Indonesia (DI), untuk saat ini pesawat tersebut sedang dalam proses penyempurnaan,”ujar Joko.

Selain itu, kata Joko BPPT juga mengembangkan dua pesawat pengintai mini tipe lain yakni pesawat Sriti seberat 10 kilogram (kg) dan pesawat pengintai yang dinamai Alap-Alap dengan berat 25 kg, untuk memantau perairan laut Indonesia.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menggunakan bio kerosin sebagai bahan bakar pesawat udara tanpa awak dalam ujicoba yang direncanakan akan dilaksanakan tahun ini. Kendati 4 model pesawat udara nir awak (PUNA) tersebut masih dalam tahap penyelesaian, namun sudah dipesan kalangan instansi pemerintah.

“Bio kerosin merupakan campuran minyak tanah dan biofuel. Namun, kami upayakan biofuel tidak berbahan baku CPO (crude palm oil),” ujar Prof Ir Said Djauharsjah Jenie, ScD di Jakarta, kemarin (24 April 2009).

Bio kerosin untuk pesawat, lanjut Said, baru pertama kali digunakan di Indonesia. “Kami akan mencoba menggunakan biokerosin dalam uji coba tahun ini di Batujajar (Bandung). Yah, kemungkinan setelah Agustus,” ujarnya. Namun , kata dia, di belahan dunia lainnya, bio kerosin sudah digunakan beberapa maskapai penerbangan internasional sebagai bahan bakar.(republika & technologyindonesia)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: