Oleh: Burhan | Juni 29, 2009

Liburan, Jauhkan Anak dari TV!

Para orangtua disarankan untuk menjauhkan anak dari menonton siaran televisi selama liburan sekolah, karena banyak acara di layar kaca yang tidak mendidik dan bisa mempengaruhi jiwa anak.

“Membebaskan anak menonton siaran televisi selama liburan sama dengan menyerahkan anak untuk dididik televisi,” kata pengamat pendidikan di Medan, Rafdinal S Sos MAP.

Banyak siaraan televisi yang sebenarnya tidak mendidik sehingga dikhawatirkan berpengaruh negatif bagi perkembangan sikap dan perilakunya.

Apalagi televisi adalah media audio visual sehingga anak bisa meniru langsung dari apa yang dilihat dan didengarnya.

Pengaruh negatif siaran televisi sudah dibuktikan secara ilmiah lewat penelitian. Contoh penelitian yang dilakukan antara lain tentang adegan kekerasan baik secara fisik atau kata-kata, acara yang mengandung konten pornografi dan pornoaksi.

Secara psikologi, menurut Wakil Kepala SMP Muhammadiyah I Medan ini, anak punya sikap meniru apa yang dilihat dan didengar. Hal ini harus dipahami orangtua, sehingga tidak begitu saja membiarkan hari-hari libur anak diisi dengan menonton televisi.

Walau tidak mungkin sepenuhnya membatasi keinginan anak menonton acara televisi, namun para orangtua dituntut untuk bersikap selektif.

Selain itu, para orangtua juga disarankan untuk meluangkan waktu mendampingi anak menonton acara televisi kegemarannya sembari memberikan pengertian tentang adegan-adegan yang dilihatnya.

Rafdinal menyebutkan, banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mengisi hari-hari libur anak yang lebih kurang selama dua minggu.

Kesempatan bersama anak di rumah bisa dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang baik dan menanamkan nilai-nilai moral.

Liburan sekolah tidak harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang mahal, karena banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak merasa senang sekaligus menanamkan nilai edukatif misalnya, mengajak ke museum atau ke tempat-tempat bersejarah.

“Orangtua juga bisa mengajak anak untuk melakukan kegiatan bersama seperti berkebun atau melakukan pekerjaan rumah sederhana,” jelasnya.

Saat ini menurut Rafdinal, orangtua dituntut untuk bersikap kreatif dalam mendidik anak di rumah. Para orangtua juga tidak boleh menyerahkan masalah pendidikan anaknya di sekolah karena waktu bersama guru sangat terbatas.

Kemudian dalam hal ini akan saya bawakan fatwa Ulama mengenai Televisi, semoga bermanfaat:

Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Pertanyaan:
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : “Bagaimanakah hukum Televisi sekarang ini ?

Jawaban:
Televisi sekarang ini tidak diragukan lagi keharamannya. Sesungguhnya televisi merupakan sarana semacam radio dan tape recorder dan ia seperti nikmat-nikmat lain yang Allah karuniakan kepada para hambaNya.

Sebagaimana Allah telah berfirman: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.” Pendengaran adalah nikmat, penglihatan adalah nikmat, demikian juga kedua bibir dan lisan.

Akan tetapi kebanyakan nikmat-nikmat ini berubah menjadi adzab bagi pemiliknya karena mereka tidak mempergunakannya untuk hal-hal yang dicintai Allah. Radio, televisi dan tape recorder saya kategorikan sebagai nikmat, akan tetapi kapankah ia menjadi nikmat ? yaitu ketika ia diarahkan untuk hal-hal yang bermanfaat untuk umat. Televisi dewasa ini 99 % di dalamnya menyiarkan kefasikan, pengumbaran hawa nafsu, kemaksiatan, lagu-lagu haram dan seterusnya, dan 1 % lagi disiarkan hal-hal yang terkadang bisa diambil manfaatnya oleh sebagian orang.

Maka faktor yang menentukan adalah hukum umum (faktor mayoritas yang ada dalam siaran televisi tadi), sehingga ketika didapati suatu negeri Islam sejati yang meletakkan manhaj / metode ilmiah yang bermanfaat bagi umat (dalam siaran televisi) maka ketika itu saya tidak hanya mengatakan televisi itu boleh hukumnya, bahkan wajib

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun I/VI/1422H. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]

sumber: almanhaj.or.id & id.news.yahoo.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: