Oleh: Burhan | September 19, 2012

Menyikapi Film yang Menghina Nabi

Ulama senior di Kerajaan Saudi Arabia, sekaligus anggota Al Lajnah Ad Daimah (komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia), Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan mendapatkan pertanyaan dalam kajian harian beliau di daerah Malaz Riyadh, “Fadhilatusy Syaikh –waffaqakumullaah-. Pertanyaan yang masuk saat ini banyak sekali. Di antaranya, ada yang bertanya tentang bagaimana nasehat Anda bagi para penuntut ilmu dan juga selain mereka tentang apa yang terjadi saat ini berkaitan dengan film yang menghina Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa wejangan Anda dalam hal ini?”

Beliau hafizhohullah menjawab,

Nasehat kami dalam hal ini adalah hendaknya kita tetap tenang dan tidak mengingkari hal ini dengan cara-cara (yang keliru) seperti dengan melakukan demonstrasi, menzholimi orang-orang yang tidak memiliki keterkaitan dengan hal ini, atau sampai merusak harta benda (orang lain). Ini adalah cara-cara yang tidak diperbolehkan. Yang wajib untuk membantah mereka sebenarnya adalah para ulama, bukan orang awam. Para ulamalah yang berhak membantah dalam perkara-perkara ini. Hendaknya kita senantiasa tenang.

Orang-orang kafir sebenarnya ingin mengganggu kita serta memancing amarah kita. Ini yang mereka inginkan. Mereka juga ingin agar kita saling membunuh. Aparat keamanan berusaha menghalang-halangi, sedangkan yang lain (para demonstran muslim) berusaha menyerang, sehingga terjadilah pemukulan, pembunuhan, dan banyak yang terluka. Mereka menginginkan hal ini. Hendaknya kita senantiasa tenang dan bersikaplah tenang. Yang berhak untuk membantah mereka adalah orang-orang yang memiliki ilmu dan bashirah, atau hendaknya mereka tidak perlu dibantah. Orang-orang yang membantah mereka juga tidak boleh disamaratakan.

Ingatlah, dahulu orang-orang musyrik berkata terhadap Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Penyihir, dukun, pendusta” dan perkataan hinaan lainnya. Namun, Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk bersabar. Kaum muslimin ketika itu tidak melakukan demonstrasi di Mekkah, tidak menghancurkan sedikit pun dari rumah-rumah kaum musyrikin, juga tidak membunuh seorang pun. Sabar dan tenanglah sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan jalan keluar bagi kaum muslimin.

Yang wajib dilakukan adalah tenang, khususnya saat ini, di saat munculnya banyak teror dan kejelekan di negeri-negeri kaum muslimin. Wajib untuk tenang dan tidak tergesa-gesa dalam masalah-masalah semacam ini. Orang-orang awam tidaklah pantas untuk menghadapinya. Mereka bodoh, tidak memahami hakikat masalah. Tidak boleh menghadapi masalah ini kecuali orang yang memiliki ilmu dan bashirahNa’am.

[Fatwa Syaikhuna -Syaikh Dr. Sholih Al Fauzan- dalam sesi tanya jawab kajian Al Muntaqo (karya Jadd Ibnu Taimiyah) di Masjid Jaami’ Mut’ib bin ‘Abdul ‘Aziz, Malaz, Riyadh, Kerajaan Saudi Arabia pada hari Sabtu, 28 Syawal 1433 H. Soal ini dibacakan setelah adzan ‘Isya dari kajian tersebut

Wallahu waliyyut taufiq.

 

@ Sakan 27 Jami’ah Malik Su’ud, Riyadh, KSA, 1 Dzulqo’dah 1433 H

Dari artikel Menyikapi Film yang Menghina Nabi — Muslim.Or.Id

Iklan
Oleh: Burhan | September 14, 2012

Ayah….Janganlah Engkau Menangis

Ayah, janganlah nangis!

karena engkau selalu ada untukku

Aku juga pernah banyak menetaskan air mata

yang mungkin saja tak kau lihat

Ayah, sungguh aku menyayangimu

simpan baik-baik kata-kata ini dalam hatimu

Aku tahu jika engkau pasti menyayangiku

meskipun saat ini kita berjauhan

Ayah, ibu pun menyayangimu

meskipun ia menyembunyikan kesedihannya

Aku sungguh pernah melihatnya duduk melamun seorang diri

dan air matanya pun menetes dari pipinya

Ayah, suatu hari nanti, engkau akan kembali

dan kita akan kembali berkumpul bersama lagi

Aku masih menyimpan kenangan kita saat berpisah

dan terus menatapnya sampai kita pun bersua

Ayah, ketika engkau tidur

mimpikanlah ibu dan aku

Aku akan tunjukkan senyum manis di wajah mungilku

aku pun berharap engkau bisa menyaksikannya

Ayah, lengan kecilku sekarang membentang

aku tahu tanganmu pun demikian, membentang ingin memelukku

Ini adalah satu pelukan untukmu.

=============Untuk Putriku Tercinta, Anisah…=============

Adapted from “A letter of love to a father away”: Daddy Don’t Cry

© April M. Alcocer

http://rumaysho.com/pusat-informasi/my-family/3241-rumaysho-ayah-janganlah-nangis.html

JAKARTA– Kabar gembira datang untuk para penuntut ilmu syar’i di Indonesia karena bulan ini akan ada seminar dan tabligh akbar yang di isi oleh ulama besar terkenal dari Timur Tengah.

Tidak tanggung-tanggung, ulama yang akan datang adalah murid senior Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah, seorang ulama ahli hadits pada zaman ini.

“Insya Allah acara dauroh (seminar) akan diisi oleh murid-murid syaikh Al-Albani dari Yordania, beliau adalah Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, Syaikh DR. Muhammad bin Musa Alu Nasr dan Syaikh Akram Muhammad Ziyadah,” kata Danang, anggota panitia acara tersebut, kepada gemaislam.com via sambungan telpon, Selasa (04/09).

Danang menambahkan, acara seminar akan dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 15 September 2012 bertempat di Alfa resort, Cisarua Bogor, akan tetapi acara ini dikhususkan untuk para tamu (da’i) undangan saja.

“Kami mengundang tiga ratus da’i, dan kami juga undang beberapa perwakilan dari MUI,” katanya.

Adapun kajian umum terbuka untuk kaum muslimin, imbuh Danang, akan diadakan di masjid Istiqlal, Jakarta pada hari Ahad tanggal 16 September 2012 mulai pukul 09.00 s/d 12.00 WIB.

“Insya Allah kajian di masjid Istiqlal akan diterjemahkan oleh ustadz Badrussalam, Lc,” tuturnya.

Kemungkinannya acara tersebut akan dihadiri ratusan ribu jama’ah. Dari hasil pantauan gemaislam.com dilapangan, kaum muslimin sangat antusias menyambut kedatangan para ulama tersebut. Banyak kaum muslimin dari Jabodetabek akan menghadiri acara kajian di Istiqlal. Bahkan ada beberapa rombongan yang akan datang dari Bandung, Subang dan Cirebon dengan menggunakan bus. (bms)

sumber: http://moslemsunnah.wordpress.com/2012/09/05/kabar-gembira-ulama-timur-tengah-akan-isi-tabligh-akbar-di-jakarta/

Oleh: Burhan | Agustus 26, 2012

Gerai Waralaba Milik Sendiri Dibatasi

Pemerintah akan membatasi kepemilikan gerai waralaba milik sendiri (company owned) hingga 150 outlet saja. Hal ini akan tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Menurutnya peraturan ini tak hanya dibebankan kepada para pemilik gerai dari luar negeri saja, pengusaha dan investor lokal yang memiliki gerai semacam ini pun termasuk dalam peraturan ini.

“Orang menganggap ini untuk asing saja, nggak ini untuk lokal juga,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan membuat peraturan ini untuk memberikan kesempatan bagi sektor UMKM dan masyarakat untuk menikmati dan membangun franchise lokal dan franchise besar agar bisa bersaing dengan franchise yang sudah mapan alias company owned unit termasuk kepemilikan asing.

Dalam peraturan Menteri Perdagangan mengenai penyelenggaraan waralaba terbaru yaitu pembatasan jumlah gerai akan dibatasi kurang lebih 100-150 yang dituangkan dalam Permendag mengenai waralaba.

Umat Islam terlihat Sangat Banyak ketika Sholat ‘Ied, terutama Sholat ‘Iedul Fitri, Tanah Lapang & Masjid-Masjid tidak lagi mampu menampung banyaknya kaum Muslimin sehingga jalan-jalan harus ditutup….

Selamat ‘Iedul Fitri 1433 H, Taqobbalallahu minnaa wa minkum,

Semoga Allah masih mempertemukan kita di Bulan Ramadhan yang akan datang….

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Adapun tentang ucapan selamat (tah-niah) ketika hari ‘ied seperti sebagian orang mengatakan pada yang lainnya ketika berjumpa setelah shalat ‘ied, “Taqobbalallahu minna wa minkum wa ahaalallahu‘alaika” dan semacamnya, maka seperti ini telah diriwayatkan oleh beberapa sahabat Nabi. Mereka biasa mengucapkan semacam itu dan para imam juga memberikan keringanan dalam melakukan hal ini sebagaimana Imam Ahmad dan lainnya.

Akan tetapi, Imam Ahmad mengatakan, “Aku tidak mau mendahului mengucapkan selamat hari raya pada seorang pun. Namun kalau ada yang mengucapkan selamat padaku, aku akan membalasnya”. Imam Ahmad melakukan semacam ini karena menjawab ucapan selamat adalah wajib, sedangkan memulai mengucapkannya bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Dan sebenarnya bukan hanya beliau yang tidak suka melakukan semacam ini. Intinya, barangsiapa yang ingin  mengucapkan selamat, maka ia memiliki qudwah (contoh). Dan barangsiapa yang meninggalkannya, ia pun memiliki qudwah (contoh). (Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, cetakan  ketiga, 1426, 24/253).

Nasehat Muhammad bin Idris Asy Syafi’i sangat patut kita renungkan agar kita dapat meraih banyak kebaikan.

Kata Imam Syafi’i rahimahullah,

الخير في خمسة: غنى النفس، وكف الاذى، وكسب الحلال، والتقوى، والثقة بالله

“Kebaikan itu ada dalam lima hal:

  1. Hati yang selalu merasa cukup (ghinan nafs)
  2. Menahan diri dari menyakiti orang lain
  3. Mencari rizki yang halal
  4. Bertakwa
  5. Begitu yakin pada janji Allah.”

Memang betul kata Imam Syafi’i. Pekerjaan yang halal tentu akan membawa pada kebaikan. Begitu pula keadaan hati yang selalu merasa cukup atau qona’ah, bertakwa dan begitu yakin pada janji Allah, yaitu tidak khawatir pada rizki misalnya, jelas akan membawa pada kebaikan. Begitu pula halnya ketika seseorang tidak menyakiti orang lain, maka yang lain pun tidak akan menyakitinya.

Semoga kita bisa memiliki hati semacam ini. Wallahu waliyyut taufiq.

sumber: http://www.rumaysho.com

Desakan Menteri Pendidikan M Nuh untuk menurunkan biaya pendidikan tinggi, akhirnya meluluhkan tiga perguruan tinggi besar di Bandung yakni UPI, ITB dan Unpad. Ketiganya pun sepakat untuk menurunkan biaya pendidikan khususnya jalur mandiri.

Rencananya Kemendiknas sendiri akan menganggarakan Rp 1,5 triliun untuk seluruh PTN yang berjumlah 73 PTN di seluruh Indonesia. Rencananya bantuan operasional ini dikucurkan pada APBN Perubahan 2012 (jpnn.com).

Tahun ini, UM menghapus biaya masuk atau uang gedung bagi calon mahasiswa baru. Kariyoto, Kabag Humas UM menjelaskan, penghapusan uang gedung ini, karena UM mendapat bantuan dari Dikti Perguruan Tinggi bernama Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Bantuan itulah, kata Kariyoto difungsikan untuk meringankan biaya kuliah mahasiswa (Tribunnews.com).

Di tengah tingginya uang masuk Fakultas Kedokteran (FK) ke berbagai perguruan tinggi negeri, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) malah menerapkan biaya Rp 0. Hal ini sontak membuat masyarakat heran. Benarkah kebijakan tersebut?

“Iya dan itu tidak hanya berlaku di FK tetapi juga seluruh fakultas di Unsoed,” kata Pembantu Rektor II Unsoed Dr Eko Haryanto saat berbincang dengan detikcom, Kamis (14/6/2012). Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori